Goa Gong – Pantai Klayar – Pantai Banyutibo (Pacitan)

Jakarta – Jogja – Magelang – Pacitan

Lanjutan dari Jogja

Trip dari Jogja menuju Pacitan

Trip dilanjutkan dari Jogja menuju Pacitan (blog sebelumnya). Dari Pantai Timang, kami melanjutkan perjalanan ke Pacitan selama kira-kira 3 jam dengan menggunakan mobil. 

Umumnya lampu jalan tidak ada selama perjalanan ke Pacitan sehingga harus lebih berhati-hati. Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya nampak lampu2 perumahan. Kami pun bertanya ke teman host kami “eh ini pacitan? Kok kayak pedesaan πŸ˜†πŸ˜†” *bercanda* Sesampainya di Pacitan, kami langsung istirahat di rumah teman saya yang menjadi host kami. Untuk nightlife di Pacitan si kurang asik dan sepi, jadinya kami memilih untuk istirahat saja.

Sinyal di Pacitan sangat langka dan susah, untuk Telkomsel saja disana cuma bisa 3G dan tidak semua tempat ada sinyal πŸ˜‰

Besok paginya, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Goa Gong, Goa terkenal di Pacitan yang katanya ada stalaktitnya yang bisa berbunyi jika dipukul πŸ˜†πŸ˜†

Sesampai diparkiran, banyak ditawarin ojek2 untuk ke tempat wisata seperti yang di Pantai Timang kemarin. Namun harganya cuma 5ribu rupiah sekali jalan. Namun karna kami backpacker kere nan kece, kami menempuhnya dengan jalan kaki. Hahaha… G jauh kok, cuma sekitar 200meter. hehehe… Untuk Harga Tiket Masuknya murah cuma sekitar 12ribu/orang.

Foto di depan Goa Gong
Jembatan Goa Gong

Nah untuk ke goa gongnya harus melewati jembatan dan peraturannya si ditulis maksimal 7 orang. Jadi hitungin baik2 kuota orangnya, apalagi untuk teman-temannya yang hitungan badannya 2 atau 3 orang. OoppssπŸ™ŠπŸ™Š

Di depan goa gong nanti bakal banyak yang tawarin sewa payung, senter dan lain-lain dengan harga relatif murah, cuma 5rb rupiah. Namun, itu semua tidak dibutuhkan karena

  1. Di dalam goa penerangannya sudah cukup terang, gak usah manja
  2. Di dalam goa tidak lagi hujan atau badai, jadi untuk cewek2, tenang alis anda akan tetap aman

Nah berikut foto2 di dalam Goa Gong

Foto di dalam Goa Gong (ISO 3200 Shutter Speed 1/7.5 F3.5)
Model @_dindatr (ISO 3200 Shutter Speed 1/7.5 F3.8)
ISO 3200 Shutter Speed 1/6 F3.5

Nah kalo di goa gong jangan foto loncat-loncat yaaa. Apalagi yang berat badannya kurang berlogika πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Sekali meloncat, dua tiga stalaktit berjatuhan

Oke selesai dengan keindahan Goa Gong, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Klayar πŸ’ƒπŸ’ƒ

Dari goa gong ke Pantai Klayar jaraknya sangat dekat. Kira2 cuma 30 menit

Akhirnya sampai di Pantai Klayar. Cantik nyaaa (ISO 640 Shutter Speed 1/105 F8)
Penuhin perut dulu agar pikiran pun segar 😁 (photo by @_dindatr)

Nah setelah piknik, perjalanan dilanjutkan dengan menyisir tepi pantai menuju spot turis. Perjalanan dapat ditempuh dengan jalan kaki ataupun naik ATV. Sewa ATV ini sangat murah, bisa dikendarai sendiri ataupun diantarin. Kami memilih untuk mengendarai sendiri karna selain lebih seru, harganya pasti lebih murah hehehe… Harga 50ribu untuk satu ATV PP. ATV nya muat 3 orang (termasuk pengemudi) *lumayan 50rb bagi 3 πŸ˜†πŸ˜†* . Nah kalo kendarai sendiri, bisa 3 orang. Kalo d kendarai abang2 nya cuma bisa 2 orang, otomatis lebih murah kendarai sendiri kan ya. Mengendarai ATV agak ngeri-ngeri sedap apalagi pas melewati pinggiran pantai yang jalanannya miring dan pasirnya segumpal-gumpal membuat ATV nya seakan-akan mau terbalik

Tekniknya, jika ATV/jalan miring ke kanan, maka kemudi harus ke kiri (berlawanan arah). Usahakan ATV tidak kena ke air agar ATV tidak mati/padam. Akan susah dihidupkan lagi jika ATV padam

Serunya main ATV (credit to @_dindatr)
Akhirnya sampai di spot tujuan ( ISO 400 Shutter Speed 1/420 F9)

Jalan lanjut ke tempat yang mereka sebut sebagai Seruling Samudera. Di situ terdapat rongga ataupun celah yang terbentuk secara alami, yang kemudian air akan masuk ke dalam dan menyembur kluar. Trus hubungannya dengan serulingnya apa? Nah kalau lagi beruntung, kita dapat mendengar bunyi yg ditimbulkan dari gesekan serta semburan air dengan batuannya bagaikan bunyi seruling. Asik ya hahaha

Untuk mengamati fenomena alam ini, butuh kesabaran dan timing yang pas karena hanya terjadi pas air pasang, yaitu sekitar jam 9 pagi sampai jam 4 sore.

Air menyembur keluar *mbak mukanya santai aja kali mbak hahaha*

Untuk yang mau cuci muka disini, it’s not a bad idea! Hahaha

Melihat air menyembur keluar aja uda senang apalagi semburan hatimu *eh, logikanya dimana πŸ’«* (credit to @_dindatr)
Pantai Klayar, Pacitan (ISO 200 Shutter Speed 1/125 F4)
Pantai Klayar, Pacitan (ISO 400 Shutter Speed 1/180 F5.6)
Pasang tripod, foto satu tim (ISO 200 Shutter Speed 1/125 F4.5)
Foto lagi, cekrek (ISO 200 Shutter Speed 1/125 F4.5)
Foto loncat, padahal uda di setting shutter speed jadi cepat tapi tetap aja si kawan ini susah ngambil fotonya πŸ˜“ (ISO 3200 Shutter Speed 1/1000 F5.6; credit to @anandasamsir)

Nah kalo disini foto loncat untuk yang bobot badannya agak amazing si boleh-boleh aja. Kali aja terbentuk seruling samudera yang kedua *maaf, bercanda jangan baper* πŸ˜‚πŸ˜‚

Nah ini ATV nya bisa buat bertiga (credit to abang-abang ATV yang jiwa fotografernya tinggi. Segala angle dicoba dia hahaha)

Di perjalanan pulang, teman gue yang cewek @anandasamsir ini pengen coba kendarai ATVnya dan hasilnya….? Kayak emak-emak bawa motor, sendat-sendat, lampu sen ke kiri beloknya ke langit.

Okee perjalanan dilanjutkan ke…. Pantai Banyutibo, Jarak 15-20 menit dari Pantai Klayar

Jangan bosan ke pantai. Tiap pantai mempunyai ciri khasnya sendiri

Nah di Pantai Banyutibo ini juga merupakan iconnya Pacitan karna terdapat air terjun yang mengalir dari daratan menuju lautan

Yap ini penampakannya, dari mata turun ke hati πŸ˜†πŸ˜† (ISO 400 Shutter Speed 1/160 F8)
Nah yang ini kalau menggunakan filter ND8 (ISO100 Shutter Speed 1.3″ F22)

Disini kita bisa main langsung di laut dan air terjunnya dengan menyewa pelampung yang harganya 2ribu sahaja

Ombaknya gueedee ( ISO 3200 Shutter Speed 1/640 F22)
Numpang eksis di ombaknya. Sorry for the bad quality (credit to @_dindatr)
Putar posisi, setengah jam menuju sunset (ISO 3200 Shutter Speed 1/125 F22)
Model syantik foto ala ala Raisa (ISO 400 Shutter Speed 1/170 F4.5)

Karena hari sudah petang dan kami berniat mengejar sunset, maka kami bergegas berpindah ke pantai lain yang ada sunsetnya *lupa nama pantai tujuannya*

Namun takdir berkata lain, waktu tidak terkejar walaupun sudah ngebut dan sepanjang jalan ke pantai bakal tidak ada lampu ketika sudah malam. It’s wokeh masi dapat liat sunset di tengah jalan. Sunsetnya topcer bulet kemerahan πŸ‘πŸ‘, sangking terpesona jadi lupa ngambil foto

Perjalanan kami dilanjutkan ke makan malam bersama dengan keluarga host (@_dindatr) dan berkaraoke ria di rumahnya. Terimakasih @_dindatr untuk hostnya dan warm family nya

Advertisement

7 thoughts on “Goa Gong – Pantai Klayar – Pantai Banyutibo (Pacitan)

Add yours

  1. Foto2nya keren. Terutama pas di goa gong. Goa gong itu salah satu destinasi yang sudah lama pengin kukunjungi gara2 dipanas2i temenku yg pernah ke sana. Katanya merupakan goa terindah no 2 di dunia. Ga tau bener atau ga, tapi klo goa terindah se-Asia Tenggara itu bener. Tapi mengingat betapa jauhnya Pacitan dari Sby, kayaknya musti nunggu dapat cuti lama dulu deh. hehe…
    Di Goa gong perlu pakai guide ga? atau berkeliling sdr sdh cukup safe? Gimana dgn makanan2 di sana? Ada yg jualan ga? biasanya aku klo jalan2 yang dicari pertama makanannya. hahaha…
    Sering2 berbagi pengalaman jalan2 ya…
    Klo aku biasanya nulis suka detail u soalnya males cerita panjang lebar berkali-kali ke temen2ku yg pada nanya tentang jalan2ku. So, klo ada yg nanya tinggal ku-share aja link blog-ku. biar dibaca sdr. Hahahaha….

    Liked by 1 person

    1. Hi Boentil Bandung,
      Kalau untuk keindahannya, gak usah diragukan lagi hehehe…
      Di goa gong tidak perlu pake guide, karena smua path sudah terbuat dengan baik dan rapi, and it is safe of course. Untuk makanan, ada dijual, namun masi sekedar makanan like indomie popmie di Goa Gongnya (seharusnya ada yang jual makanan2 lain tapi saya blm nampak kemarin hehehe) saling share tentang cerita masing-masing ya 😁

      Like

  2. Although I cannot read Indonesian, your post looks nice πŸ™‚ The photos are great, especially the wave pictures. I suggest you should put your newest posts in “Home” (when I clicked on it, it was blank) and write some words in “About” so that your audience can know more about you. Hope that could help πŸ˜‰ Keep it up!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: